Sering
terpikirkan oleh saya, dan kadang saya ingin lepas dari pemikiran ini, karena
semakin sering saya berpikir dan bertanya, semakin ragu saya akan jawaban atas
pemikiran itu, yaitu tentang “kenapa seringkali kita menangis pada sebuah pesta
pernikahan?” Mungkin karena pembawa acaranya sangat pandai membawakan keharuan
di tengah suasana pesta atau karena pernikahan itu punya latar belakang
perjuangan yang mengharukan? Yachh . .
.jawabnya bisa apa saja.
Di hari yang lain saya menemukan orang – orang di sekitar saya bekerja membuang
waktu atau lebih tepatnya membunuh waktu senggang (walau kadang bukan waktu
senggang) dengan menggosip apa saja, baik obrolan politik, gosip teman sekantor
, ataupun topik – topik lain bahkan tema tentang rasisme sekalipun.
Atau terkadang kita duduk atau berdiri di tepi lalulintas yang apadat memandang orang lalu yang di depan kita, sambil kita tanpa sadar menganalisa berbagai macam hal tanpa kita sadari.
Tiga hal di atas ada satu kesamaan hal yang ada pada ketiga peristiwa tersebut yaitu beberapa hal itu terkadang dilakukan tanpa alasan yang selalu dapat kita jelaskan dengan baik. Demikian pula dengan beberapa orang yang selalu saja datang terlambat, yang masih saja sulit menemukan sebab yang lebih pasti mengapa hal yang demikian terjadi. Saya juga menyadari bahwa perbedaan budaya di berbagai tempat di belahan dunia ini juga berpengaruh dengan masalah ketepatan waktu. Tetapi saya juga menyadari bahwa faktor budaya bukanlah satu – satunya faktor penyebab soal ketepatan waktu. Salah satu yang mungkin menjadi penyebabnya bisa saja adalah kecerobohan dari pribadi yang sering terlambat tersebut, walaupun ini kala kita kaji adalah merupakan sesuatu pandangan yang cukup subjektif.
Hal yang selanjutnya
yang lebih memicu seseorang datang terlambat adalah adanya kompromi atau suatu
hal yang permisif tentang keterlambatan.
Tentu saja dengan hal yang demikian maka orang yang terlambat akan
cenderung untuk mengulanginya di lain waktu, dan hal seperti ini pula yang bisa
mengarah pada terciptanya budaya terlambat.
Dari uraian
yang telah saya sampaikan di atas bisa kita sarikan beberapa hal kenapa orang
selalu terlambat.
Tidak pernah
bisa menemukan alasan yang tepat tentang sesuatu yang telah kita lakukan (entah
itu menangis, menggosip, jalan-jalan di keramaian) sehingga kita kita secara
tidak sadar kehilangan fokus kita.
Faktor
budaya sekitar
Faktor
internal misalnya sifat kecerobohan seseorang
Faktor
lingkungan yang permisif terhadap keterlambatan
Guyss,. .
.apapun penyebabnya sebenarnya secara gamblang kita bisa menghindari
keterlambatan dengan pemikiran kita masing masing. Saya harapkan kita semua menemukannya dengan
gambaran- gambaran di atas tentang beberapa penyebab mengapa seseorang selalu
datang terlambat.
Salam
Sukacita (H2)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar