Matius 1-2
Pada bacaan Firman
Tuhan hari tentang Kelahiran Yesus. Pasti setiap kita sudah hafal tentang
cerita kelahiran Yesus ini. Tetapi makna yang terdapat dalam Firman Tuhan hari
mengajarkan kita tentang suatu hal yang ketaatan dan dengar – dengaran pada
Firman Tuhan
Yusuf seorang yang
tulus hatinya mengetahui Maria mengandung dari Roh Kudus sebelum mereka dalam
ikatan pernikahan ( Mat. 1 : 18 ) bermaksud menceraikan Maria dengan diam –
diam karena tidak ingin mencemarkan nama Maria ( Mat. 1 : 19 ). Di dalam
pertimbangannya itu, malaikat Tuhan datang ke dalam mimpinya dan memberitahu
bahwa yang dikandung Maria adalah dari Roh Kudus dan Maria akan melahirkan anak
laki – laki yang akan di namakan Yesus untuk menyelamatkan umat manusia dari
dosa mereka ( Mat. 1 : 20 – 21 )
Selama ini kita
mendengar cerita natal tentang kelahiran Yesus, tentang Maria yang dipilih
Tuhan untuk mengandung dari Roh Kudus, tetapi cerita tentang Yusuf jarang
diceritakan atau bahkan sama sekali tidak pernah dicerita. Tetapi saat ini
Tuhan berbicara melalui Firman-Nya mengenai Yusuf. Yusuf adalah orang yang
dipakai Tuhan untuk mengajarkan tentang kesetiaan dan taat melakukan Firman
Tuhan.
Suatu hari saya
pernah diserang dengan pertanyaan oleh teman suami saya. “ Saya bingung sama
orang Kristen mau terima anaknya tidak mau sama ibunya.“ Kebetulan teman suami
saya ini katolik ( maaf !!! saya bukan bermaksud mengadu domba ). Dan saya juga
jawab,” Kalau mau ibunya kenapa sama bapaknya nggak mau?“ Teman suami saya tidak
bisa menjawab.
Sering kita dengar
nama Maria disebut, tapi nama Yusuf jarang disebut atau bahkan dilupakan sama
sekali tetapi hari ini saya benar – benar diajarkan tentang sebuah ketaatan
seorang Yusuf. Di dalam Firman Tuhan dalam PL ada Yusuf putra Yakub seorang
yang taat dan setia kepada Tuhan, demikian juga di dalam PB ada Yusuf yang taat
dan setia kepada Tuhan.
Bukan suatu hal
yang mudah bagi seorang pria mendengar tunangan hamil di luar nikah, apalagi
mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri (yang sudah melakukan
hubungan suami istri diluar nikah ketika diberitahu pasangannya hamil, kaget
kadang ada yang disuruh mengugurkan kandungan, atau bahkan saat ini marak
dibunuh). Karena Yusuf seorang yang tulus hatinya, maka Yusuf hendak menikahi
Maria lalu akan menceraikan secara diam – diam supaya nama Maria tidak
tercemar, tetapi ketika Malaikat Tuhan datang dalam mimpinya, Yusuf melakukan
apa yang dikatakan Malaikat Tuhan kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istri
dan tidak bersetubuh sampai Maria melahirkan Yesus ( Mat. 1 : 24, 25 ). Yang
kedua ketika malaikat Tuhan menyuruhnya untuk tinggal di Mesir dan Yusuf
melakukan apa yang dikatakan malaikat Tuhan ( Mat. 1 : 13 – 15 ). Ketiga ketika
malaikat Tuhan menyuruhnya pindah ke tanah Israel, dalam letakutannya Yusuf
tetap taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya dan Yusuf beserta
Maria dan Yesus tinggal di Nazaret ( Mat. 1 : 19 – 23 )
Ketaatan membawa
Yusuf mengalami penyertaan Tuhan yang luar biasa, walau di dalam ketakutannya
sebagai manusia Yusuf tetap taat. Di dalam PL Yusuf mengalami ujian di dalam
kehidupannya dan karena ketaatannya, Yusuf disertai Tuhan dan apapun yang
dikerjakannya pasti berhasil
Ketaatan bukanlah
suatu yang instan. Ketaatan butuh proses, di dalam ketaatan ada cinta dan
percaya kepada Tuhan. Tanpa itu kita tidak bisa taat untuk melakukan apa yang
Tuhan ingin kita lakukan. Cinta dan percaya kepada Tuhan tidak akan terjadi
begitu instan dalam hidup ini tanpa adanya hubungan yang akrab dengan Tuhan,
hubungan yang akrab tidak akan terjadi jika kita tidak mengenal Tuhan kita
dengan lebih dalam lagi. Mengenal Tuhan tidak akan terjalin dengan begitu saja
tanpa kita bersekutu dengan Dia. Dan persekutuan itu kita mulai dengan doa dan
belajar terus Firman-Nya. Jangan kita bangga kalau kita tahu seluruh ayat di
alkitab, sebab para ahli taurat juga tahu isi kitab suci, tetapi bersyukurlah
jika kita simpan Firman itu dalam hati kita dan kita menjadi pelaku Firman.
Sebab hal yang percuma kita tahu Tuhan melalui alkitab tetapi kita tidak pernah
mengenal Yesus lebih dalam lagi. Perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi itu
lebih berarti daripada kita bertemu dengan idola dunia kita. Sebab perjumpaan
pribadi dengan Tuhan membawa kita kepada kemuliaan sampai kemuliaan.
Hidup dalam ketaatan
bukan saja membuat kita bertumbuh melainkan berbuah. Sebab dari buahnya pohon
itu dikenal ( Mat. 12 : 33b )
Tuhan Yesus
senantiasa memberkati
Sumber : Chen Chen
(Jawaban.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar