Laman

Mengapa Kopi menyebabkan Bau Mulut?

Tubuh kita akan cenderung mengeluarkan bau yang dicerminkan atau ditimbulkan oleh apa yang kita makan atau minum.  Jadi Makanan atau minuman yang masuk ke tubuh  akan mengalami proses kimia dalam percernaan dan diteruskan keseluruh tubuh dalam aliran darah dan sisa – sisa nya akan keluar tubuh salah satunya melalui keringat sehingga akan mempengaruhi bau badan kita.  


Selain proses yang demikian beberapa jenis makanan atau minuman cenderung mengakibatkan efek yang tajam mempengaruhi bau badan dan juga bau mulut diantaranya yang cukup tajam mempengaruhi adalah makanan atau minuman dengan kadar sulfur yang tinggi yaitu Kopi.

Mengapa Beberapa Orang Selalu Terlambat

Sering terpikirkan oleh saya, dan kadang saya ingin lepas dari pemikiran ini, karena semakin sering saya berpikir dan bertanya, semakin ragu saya akan jawaban atas pemikiran itu, yaitu tentang “kenapa seringkali kita menangis pada sebuah pesta pernikahan?” Mungkin karena pembawa acaranya sangat pandai membawakan keharuan di tengah suasana pesta atau karena pernikahan itu punya latar belakang perjuangan yang mengharukan?  Yachh . . .jawabnya bisa apa saja.
Di hari yang lain saya menemukan orang – orang di sekitar saya bekerja membuang waktu atau lebih tepatnya membunuh waktu senggang (walau kadang bukan waktu senggang) dengan menggosip apa saja, baik obrolan politik, gosip teman sekantor , ataupun topik – topik lain bahkan tema tentang rasisme sekalipun.

Perlunya Tujuan Untuk Meraih Kesuksesan dalam Bernegosiasi 1

Walaupun kita tidak dapat memastikan di mana kita akan berakhir, masih merupakan hal yang penting untuk menetapkan tujuan ketika kita memulai suatu negosiasi.  Dalam Hal ini ada beberapa tujuan yang dapat membantu kita untuk menjadi lebih efektif sebagai seorang negosiator.
Kita Ingin Mendapatkan Keuntungan dari Negosiasi Tersebut.
Definisi keuntungan dalam konteks ini tidak harus dari segi finansial. Mendapatkan keuntungan dari suatu negosiasi kerap melibatkan penemuan sejumlah keuntungan yang bahkan tidak pernah kita pertimbangkan pada awalnya.  Terjun dengan pikiran terbuka akan menjadi hal yang berguna. Kita mungkin akan mempelajari jauh lebih banyak hal jika telah siap mengantisipasi kemungkinan terjadinya hasil yang tidak terduga, ketimbang yang dapat kita pelajari jika kita hanya memberi fokus yang sempit pada satu gagasan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kita Ingin Mempelajari Sebanyak Mungkin Hal tentang Pihak Lawan
Semua orang memiliki Kisah yang berkaitan dengan mengapa dan bagaimana ia memasuki suatu negosiasi.  Dan kisah tersebut jarang sesuai dengan apa yang kita asumsikan.  Jika kita bisa mengetahui kisah dari pihak lawan (Jika kita mengajukan sejumlah pertanyaan) kita pasti akan menemukan sesuatu yang berharga dan dapat membantu kita pada negosiasi selanjutnya.  Menerapkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan pihak lawan akan membantu kita membangun kepercayaan dan membangun hubungan, yang merupakan elemen kunci dari negosiasi manapun.  Sebagai contoh, di ruangan kantor ada beberapa lembar uang dolar yang disusun di sebauh bingkai yang dipajang di dinding.  Orang mungkin bertanya, mengapa dolar itu digantung seperti tersebut di dinding ruangan kantor.  Hal ini akan memberikan kesempatan kepada kita untuk memberi tahu bahwa dolar – dolar itu adalah uang yang kita menangkan ketika orang bertaruh bahwa kita tidak dapat melakukan sesuatu.  Itu adalah sebagian dari kisah kita, dan hal itu memberitahu sesuatu kepada orang yang bertanya tersebut mengenai karakter kita dan bagaimana kira – kira kita akan berperilaku pada sebuah negosiasi.

From : “Trump Style Negotiation”

Negosiasi ala Donald Trump 3

Negosiasi Bukanlah Situasi di Mana Menag Adalah Segalanya
Ada begitu banyak hal yang terlibat daripada sekadar konsep menang atau kalah yang sederhana.  Hal itu merupakan pendekatan biner yang didasarkan pada gagasan bahwa kita terjun pada suatu negosiasi dengan sesuatu yang sangat spesifik di benak kita, dan kita keluar dengan membawa hasil yang persis seperti yang kita inginkan, atau kehilangan semuanya.  Sudut pandang ini (bahwa harus ada yang menang dan harus ada yang kalah) adalah sudut pandang yang sempit, dan akan menemui kegagalan.   


Di dalam negosiasi yang benar – benarsukses, kita harus membentuk kepercayaan dan hubungan yang dilandasi persahabatan sebagai bagian dari proses tersebut dan elemen yang sangat penting dari hasilnya.  Jika kita mempercayai seorang tukang pipa untuk bertahan dengan estimasinya dan memperbaiki suatu kerusakan, kita akan senang menggunakannya berulang – ulang, dan bersedia membayar harga yang ia tetapkan.  Jika kita merasa tidak percaya padanya, kita akan mengambil langkah cerdas dengan mencari tukang pipa yang lain.  Hal yang sama berlaku untuk seorang wiraniaga mobil, perencana keuangan, pakar real estat, atau pihak lawan yang kita inginkan untuk menjalin hubungan dengan kita.

Negosiasi Ala Donald Trump 2

Negosiasi Bukanlah Ilmu Pengetahuan : Peran Utama dari Kepuasan

Satu aspek yang benar – benar diinginkan semua orang dari suatu negosiasi adalah perasaan puas dengan hasil akhir yang memuaskan.  Agar dapat sukses dalam suatu negosiasi, kita harus membujuk dan menuntun pihak lawan agar dapat bersama-sama berbagi kepuasan, kita tidak dapat memaksakan perasaan tersebut kepada mereka.   


Namun demikian, kepuasan adalah murni kondisi emosi subjektif yang langsung terkait dengan kepribadian seseorang. Kita akan sangat jarang mencapai sesuatu di dalam negosiasi yang sepenuhnya nyata, atau dapat dibuktikan atau bahkan diukur secara efektif.  Ilmu pengetahuan, di lain pihak, bersifat pasti.  Kita tahu apa yang telah kita capai, dan pencapaian tersebut dapat memenuhi kriteria tersebut.  Jadi, jika seseorang bertanya kepada kita “Apakah anda menang atau kalah di dalam negosiasi tersebut?”  Kita akan kesulitan memberi jawaban yang pasti.

Jajanan : Kue Gandos


Jika kita hidup di Jawa, maka kita pasti sering menjumpai jajanan ini Guys.  Sore ini saya bersama anak saya yang nomor dua, jalan – jalan ke pasar Ungaran, kabupaten Semarang. Ini adalah salah satu pasar yang dekat dengan rumah saya, selain pasar satunya yaitu pasar Babadan.  Seperti biasanya pergi ke pasar untuk membeli aneka keperluan dapur dan mempersiapkan lauk untuk makan nanti malam, ikan segar jadi target utama.  Setelah selesai dari los ikan, lalu menuju ke los bumbum, dan diantara dua los itu ada seorang Bapak yang jual jajanan. Whoa, panas – panas guys jajanannya.  Sebelum sempat tertarik dengan jajanan itu, anak saya sudah keburu merengek untuk membelinya.
Gandos terbuat dari tepung beras dan santan kelapa yang ditambahkan sedikit garam untuk penyedap rasa.  Kemudian dibuat di sebuah cetakan loyang yang dipanasi dari bawah dengan kompr atau bara arang.  Dengan adanya campuran sedikit garam tadi maka akan membuat Gandos terasa lebih Gurih.  Jika kita menyukai rasa yang manis maka kita bisa meminta kepada Bapak penjual kuenya untuk menaburkan sedikit gula di atas kue Gandos yang telah matang.
Begini penampakan Loyang nya Guys. . . . . .


Di bawah loyang ada sumber api dari kompor gas kecil yang super panas yang membuat proses masak Gandos menjadi cepat, karena tidak lama setelah adonan diletakkan, maka beberapa saat kemudia, Gandos akan sudah siap untuk kita santap atau dibungkus dan dibawa pulang.


Negosiasi Ala Donald Trump 1

Dalam tulisan tentang negosiasi kali ini saya akan coba merangkum beberapa pemikiran Donald Trump tentang hal bernegosiasi yang dipaparkan oleh George H. Ross dalam sebuah buku yang berjudul “Trump Style Negotiation”.

Donald Trump sudah menjadi negosiator paling terkemuka di dunia seiring dengan diterbitkannya buku terlaris yang terjual sebanyak jutaan eksempelar “The Art od The Deal”, namun buku tersebut tidak menjelaskan bagaimana bernegosiasi seperti Trump.
George Rose yang merupakan penasehat Trump yang paling dipercaya dan pemeran pembantu dalam acara “The Apprentice” menjelaskan secara rinci cara – cara untuk mengimplementasikan berbagai taktik dan strategi negosiasi yang berhasil mengangkat Trump ke puncak dunia bisnis.  Selain itu, Ross juga memasukan pelajaran yang diperoleh dari para konglomerat real estate New York terkemuka lainnya yang ia wakili atau yang pernah duduk berhadap-hadapan dengannya di meja perundingan selama lima puluh tahun di masa karirnya.

Dalam sepuluh tahun saja, Ross secara pribadi telah menegosiasikan dan membeli 702 properti untuk para kliennya.  Jika anda melakukan transaksi sebanyak ini, andapun bisa dibilang telah mempelajari hampir semua trik negosiasi.

Negosiasi adalah tentang memahami sifat dasar manusia dan menggunakan pemahaman tersebutuntuk memotivasi orang agar menerima gagasan-gagasan anda.  Mulailah bertransaksi sekarang dan mari meraih kesuksesan ala Trump.

From : “Trump Style Negotiation”