Jika kita hidup di Jawa, maka kita pasti sering menjumpai
jajanan ini Guys. Sore ini saya bersama
anak saya yang nomor dua, jalan – jalan ke pasar Ungaran, kabupaten Semarang.
Ini adalah salah satu pasar yang dekat dengan rumah saya, selain pasar satunya
yaitu pasar Babadan. Seperti biasanya
pergi ke pasar untuk membeli aneka keperluan dapur dan mempersiapkan lauk untuk
makan nanti malam, ikan segar jadi target utama. Setelah selesai dari los ikan, lalu menuju ke
los bumbum, dan diantara dua los itu ada seorang Bapak yang jual jajanan. Whoa,
panas – panas guys jajanannya. Sebelum
sempat tertarik dengan jajanan itu, anak saya sudah keburu merengek untuk
membelinya.
Gandos terbuat dari tepung beras dan santan kelapa yang
ditambahkan sedikit garam untuk penyedap rasa.
Kemudian dibuat di sebuah cetakan loyang yang dipanasi dari bawah dengan
kompr atau bara arang. Dengan adanya
campuran sedikit garam tadi maka akan membuat Gandos terasa lebih Gurih. Jika kita menyukai rasa yang manis maka kita
bisa meminta kepada Bapak penjual kuenya untuk menaburkan sedikit gula di atas
kue Gandos yang telah matang.
Begini penampakan Loyang nya Guys. . . . . .
Di bawah loyang ada sumber api dari kompor gas kecil yang
super panas yang membuat proses masak Gandos menjadi cepat, karena tidak lama
setelah adonan diletakkan, maka beberapa saat kemudia, Gandos akan sudah siap
untuk kita santap atau dibungkus dan dibawa pulang.