Laman

Renungan saat di Korea Selatan 5

Mengandalkan Tuhan
Problem utama orang menjadi putus asa adalah karena mereka biasanya cenderung mengandalkan kekuatannya sendiri.  Padahal kita menyadari bahwa kekuatan manusia dengan segala akal budinya sangat terbatas. Sehingga orang menjadi sangat tertekan ketika pikiran dan kekuatannya itu gagal dalam menyelesaikan segala permasalahan dengan berbagai tekanannya yang berat.


Firman Tuhan melalui Yeremia berbicara sangat tegas mengenai orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri; “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan ! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, Ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; Ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk (Yeremia 17:5-6).  


Jadi orang yang jauh dari Tuhan dan hidup dengan mengandalkan dirinya sendiri akan mengalami kesepian batin yang mendalam, digambarkan seperti tinggal di padang gurun yang tidak berpenduduk.  Ia akan mengalami kegersangan hidup, tidak ada damai sejahtera.  Dalam hatinya hanya ada amarah, kekecewaan, kepahitan dan ketidakpuasan hidup.  Rohaninya kering dan hampa, seperti kehilangan tujuan, tidak tahu arah yang jelas.  Orang yang semacam itu tentu sudah masuk kedalam penderitaan dunia yang hebat.  Keadaan semacam tidak memandang status sosial kaya miskin.  Meskipun kaya tapi tidak mengandalkan Tuhan akan mengalami situasi semacam ini.  Maka tidak mengherankan apabila pelaku bunuh diri juga dilakukan oleh orang-orang yang terkenal dan kaya.

Sebaliknya ada berkat yang penuh bagi mereka yang mengandalkan Tuhan. “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya kepada Tuhan !  Ia akan seperti  pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah (Yeremia 17:7-8).  Orang yang mengandalkan Tuhan akan mendapatkan kesegaran dan kesejukan dalam hidupnya.  Digambarkan seperti pohon yang ditanam didekat air. Itu berarti damai sejahtera melingkupinya secara penuh.  Ada kepuasan hidup dan apa yang dibutuhkan dicukupkan oleh Tuhan. Dan berkat yang diterima itu tidak hanya berguna bagi dirinya sendiri namun juga akan dapat dirasakan oleh orang disekitarnya.(Pdm. Iwan Firman Widiyanto, M.Th)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar